Search

Memuat...

About Me

Foto Saya
mujiantono
Saya adalah seorang guru Matematika di sebuah sekolah swasta di Bontang Kalimantan Timur. Saya sangat senang dengan profesi saya sebagai guru, karena disini saya mendapatkan banyak tantangan, mendapatkan banyak ilmu, banyak karakter dan banyak lagi. Selain itu banyak dinamika yang terjadi setiap saat.
Lihat profil lengkapku
Selasa, 13 April 2010

Munculnya Awan Bertuliskan Allah Dan Muhammad Mungkin Kita Banyak Lalai Laksanakan Perintah






Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Sumatera Utara Drs H ZA Nurdin, SH dan Ketua Bidang Fatwa MUI Sumut Dr Lahmuddin Nasution sependapat, jika benar kumpulan awan bertuliskan Allah dan Muhammad dalam tulisan dan bahasa Arab, itu berarti Allah SWT telah menunjukkan kebesaran dan kekuasaannya.

"Allah SWT sebagai al khaliq (pencipta) bisa berkehendak apa saja," kata Nurdin secara terpisah kepada Waspada di Medan Selasa (25/4). Ratusan pelajar dan guru SMA Negeri 3 Jl Budi Kemasyarakatan, Yos Sudarso Medan, heboh dengan munculnya gumpalan awan berbentuk tulisan Allah dan Muhammad dalam huruf Arab di angkasa pada Senin (24/4) sekira pukul 08:15.

Katanya, fenomena itu membuktikan besarnya kekuasaan Allah SWT sedang manusia sebagai hamba sama sekali tidak ada artinya terkecuali bagi mereka yang beriman. "Saya tidak tahu ada apa di balik peristiwa itu," katanya. Namun, Nurdin berharap fenomena itu jangan dihubungkan dengan hal-hal yang bermuara pada kemungkaran. Akan tetapi, fenomena alam itu harus dilihat sebagai besarnya kekuasaan Allah SWT dan mampu semakin menambah ketaqwaan kepada-Nya.

Sebagai hamba, tegasnya, jangan meminta perlindungan kepada siapapun kecuali Allah sebagai yang maha kuasa dan menentukan terhadap segala sesuatunya. Justru, apapun yang terjadi dalam hidup dan kehidupan ini kita harus tetap ingat dan mengingat Allah sebagai al khaliq alam semesta.

Menurutnya, jika Allah sudah berkehendak semua bisa terjadi dan siapapun tidak akan bisa menghalanginya. Itu semua merupakan kebesaran dan kita wajib untuk patuh dan taat kepadanya kapan dan di manapun juga tanpa kecuali. Justru, kalau meminta pertolongan dan apapun bentuknya harus kepada Allah bukan kepada yang lain. "Jangan meminta kenaikan pangkat atau jabatan ke dukun," katanya.

Kebenaran
Sedang Ketua Bidang Fatwa MUI Sumut Dr Lahmuddin Nasution menegaskan, fenomena itu boleh jadi Allah ingin menunjukkan kebenaran ajarannya. Sebab, mungkin saja saat ini kita sudah banyak yang lalai dalam melaksanakan perintah dan menjauhkan larangannya.

Menurut Nasution, fenomena alam itu harus ditanggapi dengan sadar bahwa sebagai orang yang beriman itu adalah untuk membangun kesadaran diri sejauh mana sudah menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhkan larangannya.

Fenomena alam di mana kumpulan awan bertuliskan Allah dan Muhammad dalam tulisan Arab, tidak dapat ditukang-tukangi atau direkayasa melainkan merupakan kehendak Allah sebagai al khaliq. Sedang Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Sumut Drs. Syakira Zandi menyebutkan, sebagai umat Muhammad SAW harus melihat fenomena alam sebagai suatu kebesaran Allah dalam mengatur alam beserta isinya.

Allah SWT menciptakan alam dan isinya untuk memperkuat manusia beriman kepadanya. "Fenomena alam itu juga menjadi ayat yang harus dibaca oleh manusia bukan hanya Al Quran," tegasnya. Manusia harus rajin dan lebih banyak membaca ayat-ayat Allah, sehingga mengetahui betul apa sebenarnya hakikat dari hidup dan kehidupan ini. Jika kita rajin membaca ayat-ayat Allah, maka akan semakin bertambah pula keimanan terhadap kekuasaan dan kebesaran Allah, lanjut Sakira.

Back to Quran
Sementara dr. Arifin Sakti Siregar mengatakan, kejadian itu untuk memperingatkan kita umat Islam (umat Muhammad SAW) agar betul-betul menjalankan ajarannya. Bukan sekedar memperingati hari kelahirannya (Maulid Nabi), tapi seharusnya ke-Rasulan-nya itulah yang kita peringati. Kesimpulannya kata Sakti, marilah kita back to Quran dan hadits (kembali kepada Quran dan hadits) yang mungkin sudah banyak terlupakan. (m33/m39)


Gumpalan Awan Bertuliskan Allah Sempat Diabadikan

Medan, WASPADA Online
Gumpalan awan yang membentuk kaligrafi bertuliskan Allah, ternyata sempat diabadikan salah seorang siswi SMA Negeri 3 Medan Wulansari Retno. Pengakuan Retno, pelajar kelas III IPA-3 ini, ketika munculnya gumpalan awan yang membentuk kaligrafi Allah, hampir seluruh siswa mengucap Subhannallah dan langsung berzikir.

"Aku sempat merinding dan jadi cemas ketika mengambil foto gumpalan awan tersebut dengan kamera di handphone aku. Entah ada kaitan atau nggak, tapi malamnya perasaanku terus diselimuti dengan rasa takut dan sempat badan terasa demam. Beruntung paginya aku udah agak enakan dan bisa pergi ke sekolah hari ini (kemarin-red) ," ungkap gadis smart ini ketika dijumpai Waspada di sekolahnya, Selasa (25/4).

Sedangkan Kepala SMA Negeri 3 Medan Dra Hj Rebekka Girsang juga mengaku turut menyaksikan gumpalan awan berbentuk tulisan Allah. "Ketika itu, anak-anak sedang melakukan penghormatan bendera pada upacara setiap Senin pagi. Tiba-tiba ada sebagian siswa mendadak ribut dan membuyarkan keheningan upacara. Para guru sempat heran dan marah, ada apa anak-anak kok ribut?! Ternyata mereka menyaksikan kejadian yang langka tersebut," jelas Hj Rebekka, sesaat setelah menerima buku Berita Peristiwa 60 Tahun Waspada, yang diserahkan Redaktur Kreasi Austin Antariksa, S.Sos bersama Marketing Eksekutif Aji Wahyudi, S.Sos, di ruang kerjanya, Selasa (25/4).

Seperti telah diberitakan Harian Waspada edisi Selasa (25/4), SMA Negeri 3 Medan heboh dengan munculnya gumpalan awan yang membentuk kaligrafi bertuliskan Allah dan Muhammad. Dalam berita, dikatakan para siswa tidak sempat mengabadikan gumpalan awan berbentuk Allah dengan kamera, tetapi hanya Muhammad. Setelah dilakukan check and recheck, ternyata ada siswa yang berhasil mengabadikan gumpalan awan membentuk tulisan Allah dimaksud. (cded/caa)



Sumber : WASPADA Online
http://www.waspada.co.id/berita/medan/artikel.php?article_id=76571

0 komentar:

Poskan Komentar

Waktu

Blog Archive

Pengikut